Posted by: Muhammad Anshor | February 2, 2012

Masalah Lingkungan dan Pengetahuan Manusia

Masalah Lingkungan dan Pengetahuan Manusia

Apakah masalah lingkungan yang semakin kritis dewasa ini disebabkan oleh pengetahuan yang dimiliki manusia (modern) yang terlalu banyak atau terlalu sedikit? Atau, terlalu banyak untuk suatu hal tetapi terlalu sedikit untuk hal lain?

Ketika kita berbicara masalah lingkungan tidak bisa lepas oleh komponen-komponen yang ada dalam lingkungan tersebut. Baik tidaknya kondisi lingkungan kita sangat tergantung interaksi antara komponen-komponen yang ada di dalamnya. Dalam proses interaksi di alam ada suatu keseimbanga telah diciptakan oleh Allah SWT sehingga alam ini memiliki kestabilan tersendiri. Di sisi lain manusia diciptakan mempunyai karsa yang mau tidak mau pasti punya keinginan, baik itu keinginan untuk memiliki, menguasai dalam konteks memenuhi kebutuhan maupun bentuk keserakahan yang ada pada sifatnya. Kerusakan lingkungan yang dewasa ini terjadi disinyalir disebabkan oleh manusia atau dengan kata lain kerusakan lingkungan manusia adalah factor utama bukan alam itu sendiri. Apakah yang menjadi penyebab, padahal dahulu kerusakan lingkungan tidak separah dewasa ini, apakah yang menjadi penyebabnya. Apakah semakin modernnnya manusia dan makin pintarnya manusia atau semakin tingginya tingkat pengetahuan manusia?

Pengetahuan adalah  informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Dalam pengertian lain, pengetahuan adalah pelbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan akal. Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya. Misalnya ketika seseorang mencicipi masakan yang baru dikenalnya, ia akan mendapatkan pengetahuan tentang bentuk, rasa, dan aroma masakan tersebut. Pengetahuan adalah informasi yang telah dikombinasikan dengan pemahaman dan potensi untuk menindaki; yang lantas melekat di benak seseorang. Pada umumnya, pengetahuan memiliki kemampuan prediktif terhadap sesuatu sebagai hasil pengenalan atas suatu pola. Manakala informasi dan data sekedar berkemampuan untuk menginformasikan atau bahkan menimbulkan kebingungan, maka pengetahuan berkemampuan untuk mengarahkan tindakan. Ini lah yang disebut potensi untuk menindaki. Pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya:

Pendidikan

Pendidikan adalah sebuah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok dan juga usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, maka jelas dapat kita kerucutkan sebuah visi pendidikan yaitu mencerdaskan manusia.

Media

Media yang secara khusus didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas. Jadi contoh dari media massa ini adalah televisi, radio, koran, dan majalah.

Informasi

Pengertian informasi menurut Oxford English Dictionary, adalah “that of which one is apprised or told: intelligence, news”. Kamus lain menyatakan bahwa informasi adalah sesuatu yang dapat diketahui, namun ada pula yang menekankan informasi sebagai transfer pengetahuan. Selain itu istilah informasi juga memiliki arti yang lain sebagaimana diartikan oleh RUU teknologi informasi yang mengartikannya sebagai suatu teknik untuk mengumpulkan, menyiapkan, menyimpan, memanipulasi, mengumumkan, menganalisa, dan menyebarkan informasi dengan tujuan tertentu. Sedangkan informasi sendiri mencakup data, teks, gambar, suara, kode, program komputer,basis data. Adanya perbedaan definisi informasi dikarenakan pada hakekatnya informasi tidak dapat diuraikan (intangible), sedangkan informasi itu dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, yang diperoleh dari data dan pengamatan terhadap dunia sekitar kita serta diteruskan melalui komunikasi.

(wikipedia, 2011).

Dari uraian tersebut bahwa pengetahuan yang manusia miliki akan mengarahkan manusia terhadap suatu tindakan artinya tingkat pengetahuan akan berimplikasi (kualitas) pada tindakan yang dilakukan. Contoh ekstrimnya adalah potensi anak usia 5 tahun dengan pengetahuan yang minim tentu tidak akan melakukan perusakan hutan misalnya dibandingkan dengan orang berusia 45 tahun. Jadi tindakan manusia adalah sebuah implikasi dari pengetahuan dari manusia yang dia miliki.

Manusia masa kini (modern) dengan pegetahuan yang lebih tinggi dibanding manusia sebelumnya menjadikan manusia menjadi “penguasa” dalam alam ini dengan segala tindakan yang dilakukannya. Jika kita hubungkan dengan kerusakan lingkungan yang terjadi dewasa ini, manusia kadangkala dijadikan “kambing hitam” penyebab dan sumber masalah lingkungan yang muncul. Jika dibandingkan dengan manusia generasi sebelumnya, tingkat kerusakan lingkungan cenderung lebih parah. Ada pendapat ini akibat dari pengetahuan manusia yang semakin banyak sehingga manusia lebih “pintar” untuk “memanfaatkan” alam itu tersendiri. Apakah ini karena pengetahuan manusia yang semakin banyak, bisa jadi karena makin banyaknya pengetahuan manusia menjadikan manusia menjadi lebaih “pintar” untuk merusak alam. Tetapi bisa jadi pengetahuan manusia terlalu sedikit dibandingkan dengan hakekat pengetahuan yang semestinya dia miliki sebagai modal untuk mengelola lingkungan. Akibat sedikitnya pengetahuan yang sedikit tersebut maka menyebabkan kerusakan lingkungan yang makin parah dewasa ini, dan menjadi dilema bagi manusia itu sendiri. Sebenarnya banyak atau sedikitnya pengetahuan manusia itu bersifat relative. Jika dibandingkan dengan tingkat pengetahuan manusia sebelumnya, maka manusia modern tentu memiliki pengetahuan yang lebih banyak, tetapi jika dihubungkan dengan hakekat pengetahuan yang Maha Mengetahui maka pengetahuan manusia tidak ada apa-apanya. Jadi sedikit banyak pengetahuan manusia sifatnya relative. Kemudian banyak tidaknya pengetahuan manusia berimplilkasi pada perilaku manusia terhadap lingkungan? Hakikatnya pengetahuan adalah bersifat netral alias bisa positif maupun negative. Ibarat mata pisau pengetahuan manusia akan segala suatu hal memiliki dua potensi yang bertolak belakang. Untuk konteks terhadap lingkungan makin banyaknya pengetahuan manusia sebenarnya bisa berimplikasi baik maupun negative. Tetapi yang terjadi selama ini cenderung negative dengan indikasi semakin rusaknya lingkungan. Pengetahuan sebenarnya adalah suatu “alat” yang netral, efek negative yang timbul terhadap lingkungan disebabkan oleh karakter/sifat manusia yang serakah yang memanfaatkan alam tidak pada batas kebutuhan saja tetapi sudah pada tataran menguasai yang tidak bijak. Manusia sekarang menjadi penentu apakah mau berbuat baik atau negative tehadap lingkungan. Jadi pengetahuan tanpa agama akan buta, agama tanpa pengetahuan akan lumpuh.

Sumber

Anonim, 2011.Pengetahuan.www.wikipedia.org


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: